Skip to content

THBT supermarkets shouldn’t be limited to expand their economic power

26 November 2010

THBT supermarkets shouldn’t be limited to expand their economic power both in big cities and small cities.

Penulis : Iis Kusaeri

Latar Belakang

Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk yang sangat besar, yang tinggal baik di kota besar maupun kota kecil. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia tahun 2010 mencapai 237,56 juta jiwa atau kurang lebih 250 juta jiwa. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang sangat besar. Besarnya jumlah penduduk, baik yang tinggal di kota besar maupun kecil, berarti besar pula tingkat kebutuhan penduduk, dan tingkat kebutuhan tersebut dapat dipenuhi antara lain dengan adanya pasar (baik tradisional maupun modern) yang menyediakan beragam barang kebutuhan penduduk.

Sementara itu, jumlah pasar tradisional yang ada saat ini belumlah maksimal, apalagi jumlahnya terus menurun, mencapai 8% per tahun (berdasarkan hasil studi A.C. Nielsen). Penurunan itu disebabkan pengelolaan pasar yang buruk. Buruknya pengelolaan pasar bisa dilihat dari keadaan pasar yang kumuh, kotor, rusak, dan becek. Hal itu menyebabkan pengunjung tidak nyaman dalam berbelanja. Hasilnya, pengunjung pasar tradisional membutuhkan alternatif tempat belanja yang nyaman. Mereka pindah ke pasar yang lebih modern. Hal tersebut menyebabkan jumlah pasar tradisional menurun. Menurunnya jumlah pasar tradisional tentu akan berdampak pada menurunnya pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut tentu sangat kontradiktif (berlawanan) dengan kenyataan bahwa jumlah penduduk meningkat, namun jumlah pasar tradisional cenderung menurun. Bagaimana penduduk harus memenuhi kebutuhannya sehari-hari jika jumlah pasar tradisional yang ada terus mengalami penurunan?

Atas dasar hal tersebut, penulis yakin bahwa supermarket tidak seharusnya dibatasi untuk mengembangkan kemampuan ekonominya, baik di kota besar maupun kota kecil.

Ruang Lingkup Permasalahan

Pembatasan permasalahan dititikkan pada lingkup Negara Indonesia.

Definisi

Supermarket didefinisikan sebagai toko modern besar yang memperdagangkan barang secara eceran, seperti Mitra, Sarinah, Hero.

To expand economic power didefinisikan sebagai pembangunan jalur perdagangan dengan melakukan pembanguan gedung baru.

Big cities didefinisikan sebagai ibu kota negara dan propinsi, seperti Surabaya, Jakarta.
Small cities didefinisikan sebagai kota atau kabupaten, seperti Malang, Tangerang.

Definisi keseluruhan adalah bahwa toko modern besar seperti Mitra tidak seharusnya dibatasi untuk membangun jalur perdagangan dengan melalukan pembangunan gedung baru, baik di ibu kota negara/provinsi maupun di kota/kabupaten.

Solusi dan Mekanisme

Pemerintah (Dinas Perijinan dan Kementerian Perdagangan) memberikan kemudahan (tidak mempersulit) dalam pembangunan jalur perdagangan. Kemudahan tersebut misalnya dengan fasilitas pemberian IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) oleh Dinas Perijinan dengan jangka waktu yang relatif singkat, serta dengan tidak menarik pajak perdagangan dan pajak usaha terlalu tinggi bagi pengusaha supermarket oleh Kementerian Perdagangan. Dengan pemberian IMB dalam waktu yang singkat dan penarikan pajak yang ringan, maka akan menimbulkan minat pengusaha supermarket untuk mengembangkan usahanya baik di kota besar maupun kota kecil. Dengan demikian, maka pengusaha tidak dibatasi dalam mengembangkan supermarketnya.

Landasan

Mengapa supermarket seharusnya tidak dibatasi untuk membangun jalur perdagangan baru baik di ibu kota negara/provinsi maupun di kota/kabupaten? Karena dengan tidak dibatasinya supermarket dalam ekspansinya, akan memberikan keuntungan, baik bagi pengusaha supermarket, pemerintah dan masyarakat.

Apa saja keuntungan yang dapat diperoleh? Antara lain keuntungan di bidang ekonomi dan sosial. Keuntungan ekonomi bagi pengusaha supermarket dan pemerintah. Di bidang sosial, keuntungan tersebut tentu akan dirasakan oleh masyarakat luas.

Argumen

Aspek ekonomi

Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dll selalu menjadi tujuan pendatang baru. Kegiatan tersebut biasa dikenal dengan istilah urbanisasi. Hal itu berarti keadaan penduduk di kota besar akan semakin bertambah. Pertambahan jumlah penduduk di kota besar berarti meningkat pula kebutuhannya, dan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan adanya pasar. Pasar tersebut tentunya adalah pasar modern atau supermarket. Mengapa? Karena jumlah pasar tradisional yang ada tidak mampu mengimbangi jumlah penduduk kota besar yang tiap tahun selalu meningkat. Apalagi pasari tradisional dalam setiap tahunnya mengalami penyusutan sebesar 8% (hasil study A.C. Nielsen).

Kebaradaan supermarket di kota besar akan mampu membawa keuntungan di bidang ekonomi. Mengapa? Keberadaan supermarket tentu akan menyedot investasi dalam jumlah yang besar. Dengan adanya investasi, maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat, karena pada dasarnya investasi menambah modal bagi pengusaha. Dengan modal tersebut, supermarket dapat meningkatkan fasilitas-fasilitanya, memperbanyak fariasi barang dan jasa yang diperdagangkan. Akibatnya adalah, semakin banyak konsumen berbelanja di supermarket, karena konsumen mendapatkan banyak fasilitas dan pilihan lebih banyak. Dengan keadaan semakin banyak konsumen berbelanja di supermarket, tentu supermarket akan mendapatkan keuntungan yang besar. Bagi pemerintah sendiri, keuntungan yang dapat dirasakan adalah pajak yang diterima dari supermarket. Dengan pajak tersebut, pemerintah dapat membangun sarana yang memperbaiki tatanan ekonomi warganya.

Selain di kota besar, supermarket juga mampu memberikan keuntungan ekonomi di kota kecil. Bagaimana hal tersebut terjadi? Dengan penambahan supermarket di kota kecil, akan tumbuh bidang usaha lain. Misalnya saja rumah makan atau warung-warung yang melayani kebutuhan pekerja supermarket. Warung-warung tersebut akan mendapatkan banyak pelanggan karena supermarket mempunyai banyak karyawan. Secara ekonomi, pemilik warung di kota kecil sangat diuntungkan. Di samping itu, keberadaan supermarket di kota kecil juga mampu meningkatkan taraf kehidupan warga. Bagaimanapun, supermarket membutuhkan banyak karyawan, misalnya saja karyawan bagian marketing, bagian promosi, kasir, penjualan dan lain-lain. Dengan keadaan tersebut, penduduk di kota kecil dapat memperoleh penghasilan dengan keberadaan supermarket.

Link Back

Atas dasar itulah, agar keadaan ekonomi di kota besar dan kota kecil menjadi lebih baik, penulis setuju bahwa supermarket tidak seharusnya di batasi.

Aspek sosial

Di satu sisi, jumlah penduduk yang melakukan urbanisasi dari tahun ke tahun semakin besar. Hal tersebut menyebabkan jumlah penduduk di kota besar semakin padat. Dengan padatnya jumlah penduduk, maka persaingan dalam mencari pekerjaan bagi penduduk juga meningkat. Hal ini disebabkan karena terbatasnya jumlah lowongan pekerjaan. Di sisi yang lain, jumlah lapangan pekerjaan tidak bertambah secara signifikan. Hal tersebut tentu sangat tidak seimbang antara banyaknya jumlah pencari kerja di kota besar dengan jumlah lapangan pekerjaan yang terbatas. Solusinya adalah penyediaan lapangan kerja, yang salah satunya adalah dengan didirikannya supermarket baru.

Kehadiran supermarket baru tentu akan berdampak pada pengurangan pengangguran. Mengapa hal tersebut terjadi? Hal tersebut terjadi karena supermarket membutuhkan banyak pekerja. Dengan dibutuhkan banyaknya pekerja, maka akan ada lowongan pekerjaan yang dapat didapatkan pencari kerja. Keadaan tersebut akan berakibat pada persaingan dalam mencari kerja dapat dikurangi.

Di kota kecil, kehadiran supermarket mempunyai sisi positif dari aspek sosial. Supermarket merupakan ciri sebuah kota modern, elit dan metolis. Dengan didirikannya supermarket di kota kecil, maka keadaan kota kecil menjadi lebih ramai, kesan modern menjadi nampak. Disamping itu, akan ada kesempatan kerja bagi penduduk di kota kecil. Dengan demikian, maka tingkat urbanisasi dapat dikurangi. Mengapa? Karena penduduk di kota kecil merasa bahwa kota yang didiami adalah kota modern, disamping itu mereka juga dapat kesempatan kerja di supermarket.
Dengan berkurangnya tingkat urbanisasi, maka populasi penduduk di kota kecil akan terjaga.

Itulah sebabnya, agar tingkat pengangguran di kota besar dapat berkurang dan agar keseimbangan populasi di kota kecil dapat terjaga, penulis yakin bahwa supermarket tidak harus dibatasi.

From → Debate

5 Comments
  1. Canthix_Debater permalink

    Trimz,, sangt bntu tgas kul sy….

  2. dbt_of_english permalink

    I didn’t find the contra argument. How can I get it?

  3. i love debate permalink

    thank you……
    it’s really help me….
    coz related with my motion for today…..

  4. ok ni,, tp apa ga terlalu menggerus pasar tradisional?
    setidaknya pemerintah merevitalisasi pasar tradisional

  5. pinpin rchmadany permalink

    sangat membantu…
    thankiew ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: