Skip to content

SIAPA TAKUT NGOMONG INGGRIS?

19 November 2008

Saat usiaku menginjak 17 tahun, aku memutuskan untuk belajar Bahasa Inggris. Hal itu kulakukan setelah guruku menyarakanku untuk melakukannya. Banyak hal yang bisa kudapat, begitu katanya. Kita bisa mengenal banyak orang dari berbagai negara dengan latar belakang dan budaya yang berbeda. Dengan demikian kita dapat menambah pengetahuan dan pengalaman tentang negara lain dari orang yang berasal dari negara tersebut.

 

Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah: bagaimana memulainya? Aku sama sekali tidak punya teman atau partner yang bisa ngomong Bahasa Inggris, bahkan aku cenderung malu untuk ngomong dalam Bahasa Inggris di depan cermin (seperti yang pernah guruku sampaikan padaku). Begitu sulit untuk memulainya: bagaimana, kapan, di mana?

 

Bagaimana?

 

Pada akhirnya aku menemukan cara yang nyaman untuk memulainya. Ngomong aja, apapun itu. Bahkan ketika aku nggak ngerti sama sekali apa maksudnya. Pokoknya ngomong. Yang kulakukan hanyalah: listen and repeat. Ya, aku hanya mendengarkan, lantas menirukan apa yang aku dengar; dari TV, radio, guruku atau dari siapapun. Dengan mengulang percakapan dari apa yang sudah kudengar, pada akhirnya aku ngerti dengan sendirinya apa yang dimaksud dari kata-kata yang kuucapkan itu. Dan dengan melakukan pengulangan itulah aku mulai menyadari bahwa pelafalan-ku cukup baik. Perlu waktu memang, tapi siapa peduli? Yang terpenting dari itu semua adalah bahwa aku telah melalui sebuah proses pembelajaran.

 

Kapan?

 

Aku nggak pernah peduli sama sekali tentang kapan saat aku harus ngomong Bahasa Inggris. Kapanpun itu, pasti kulakukan. Pada saat ketemu guruku itu, aku ngomong padanya walau hanya satu kalimat: Good morning. Esok harinya ketemu lagi di waktu yang sama, kuulangi lagi kata itu dengan tambahan satu kalimat lagi: How are you? Terus saja aku melakukan hal itu, kapanku ku mau. Yang penting : NGOMONG DAN NGOMONG.

Dimana?

 

Dimanapun aku berada, aku selalu ngomong Bahasa Inggris. Pada teman (walaupun temanku nggak tertarik sama sekali menanggapi ucapanku!! Bahkan walaupun mereka bilang aku sok british). Aku nggak peduli sama sekali. Mungkin kedengarannya gila, tapi itulah aku. Aku menyadari bahwa saat itu grammar saya nggak bagus bagus amat. Tapi dari apa yang aku lakukan itulah akhirnya aku memahami grammar setahap demi setahap.

From → Artikel

4 Comments
  1. Bowo Cahyono permalink

    Bagus banget, saya copy tuk grup NGOMONG INGGRIS di facebook ya

    Trimakasih

  2. betul sekali pendapat anda listen and repeat itu sangat ampuh dalam belajar bahasa inggris.

  3. Diankim permalink

    tapi aku takut salah ngomong bhs inggris aplgi kalo kalimatnya salah,,, malah diketawaain sama temenku aplgi aku gk brni ngomong bhs ingris ama tmen ku yg pnteer bhs inggris… gmana cara ngilangin rasa takut salah itu yah dan malu ntu???

  4. iisk permalink

    ketakutan itu merupakan tantangan, sejauh mana kita bisa melampaui tantangan tsb. coba aja tutup mata dan telinga jika ada nada negatif menghampiri kita. yang penting tujuan tercapai (mampu bicara bhs inggris). berani dulu, jangan peduli grammar. inti dari komunikasi (semua bahasa, termasuk bahasa inggris adalah bahwa kedua pihak saling mengerti apa yang diucapkan lawan bicara). Maju terus ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: