Skip to content

ANTARA KESENIAN DAN PENDIDIKAN

29 October 2008

Kesenian memang selalu asik buat dinikmati, dirasakan dan diomongkan. Betapa dasyatnya kekuatan kesenian, hingga ia mampu mempengaruhi kehidupan disekitarnya. Entah kehidupan dalam politik, masyarakat, budaya, pendidikan dan yang lainnya. Ambil saja sebuah contoh: Musik.

Semua tahu lagunya Iwan Fals banyak bersinggungan dengan dunia politik dan sosial. Salah satu contohnya bisa jadi: Oemar Bakrie, Pesawat Tempur, Sore di Tugu Pancoran dan masih banyak lagi karyanya. Bahkan dari sebuah grup band yang baru-baru ini menghebohkan kita: Slank. Lagunya sangat bersinggungan dan mampu mempengaruhi kehidupan politik.

Dalam dunia sosial masyarakat, mungkin yang pantas diacungi jempol adalah John Lenon dengan “Imagine”, yang sempat membuat PBB kelabakan di jaman perang dingin. Masih banyak lagi yang lain.

Segelintir judul lagu diatas adalah sebagian kecil dari banyaknya lagu yang bersinggungan dengan kehidupan di sekitarnya. Nah, yang lantas menjadi pertanyaan adalah: adakah sedikit saja dari sekian banyaknya lagu yang bersinggungan dengan dunia pendidikan?

Mungkin seniman (musisi) kita enggan. Buat apa?? Toh nanti nggak bakalan laku. Udah keluar biaya banyak, belum tentu nanti modal kembali. Paling-paling yang ada juga lagu anak-anak. Itupun jaman sekarang sulit dicari. Tengok aja lagu anak-anak jaman sekarang. Coba hitung, ada berapa banyak. Bandingkan aja dengan banyaknya lagu anak-anak dari jaman kita dulu. Sampai sekarang tetap abadi.

Jaman dulu sebelum tahun 90, banyak sekali lagu (terutama lagu anak) yang bagus. Bagaimana tidak, dengan materi yang sederhana ternyata mampu menggugah selera pasar. Di luar itu, liriknya mampu menyimpan banyak pesan moral tanpa ada kesan menggurui. Lebih tepat bersifat ajakan. Ambil contoh lagu yang berjudul Belajar Berhitung, Bangun Tidur Kuterus Mandi dan masih banyak lagi yang lain.

Mengajak penikmatnya untuk peduli terhadap dunia sekelilingnya, belajar mencintai alam, menghormati sesama, orang tua dan guru dan yang lain. Entahlah, semoga lagu-lagu tersebut mampu mengisi kekosongan yang ada saat ini. Semoga lagu-lagu itu tetap abadi, walaupun kita tidak abadi. Tentang plus-minusnya lagu anak, anda bisa klik di sini..

From → Artikel

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: