Skip to content
Tags

ANAK ELANG LAGI BETE

2 July 2008

Bung, saya mempunyai bahan diskusi yang bagus nih. So, buat bos yang mau kasih saran or opini dipersilahkan. Bahan diskusinya begini bung, saya dapet sebutir telur elang yang dikasih paman yang kebetulan hobi banget berburu. Nah, dia yang nemu’in tuh telur en lantas dikasihin ke saya. Karena saya punya seekor ayam yang kebetulan mengerami telurnya, jadi deh tuh telur elang saya jadi’in satu. Eh tak tahunya waktu telur-2 ayam itu menetas, tuh telur elang juga ikutan netes. Ajaib kan?

 

Dari bentuk dan warna bulunya saya bisa langsung tahu mana yang anak elang. Paruhnya beda banget dengan paruh ayam saya yang lain. (Ya iya lah, masak iya dong). Tingkah lakunya sih sama dengan ayam yang lain, karena ia tumbuh bersama dengan anak ayam yang lain. Anak ayam pada mengais cari rejeki, ia juga mengais cari rejeki. Yang lain pada berlari, ia juga berlari. Pokoknya sama persis deh kelakuan anak elang itu dengan anak ayam saya. Persis sis.

 

Waktu terus berlalu, tak terasa sudah dua bulan ia tumbuh dan hidup sebagai anak ayam. Bertingkah laku seperti ayam tanpa tahu bahwa ia adalah seekor elang. Nah, suatu hari saat ia sedang mencari makan, kebetulan ia melihat seekor elang yang lagi terbang tinggi, lantas menukik tajam. Ia begitu takjub. Lantas ia tanya sama induknya; “Mak, itu hewan apa?” tanya si elang kecil pada induk ayam. (Dengan bahasa mereka tentunya). “Tuh namanya elang.” Jawab induknya. Si elang kecil lantas meneruskan mencari makan, walau dalam benaknya timbul seribu tanya tentang si elang yang terbang tinggi dengan gagahnya. “Bisa nggak ya aku kaya’ dia?” batinnya.

 

Nah bos, gitu aja deh. Gimana menurut bos tentang deskripsi di atas? Gimana seandaiya si bos adalah si elang kecil itu? Nah lo, kok jadi gini……………

From → Artikel

One Comment
  1. uy4sta permalink

    ya….. fine2 aja yang elang kan bukan aku!!! dan moga2 aja bukan kamu…. (just kidding Mr…)

    “Melihat, mencerna, merasakan kemudian meredam suatu problema hidup tanpa setonggak jati diri” mungkin itu salah satu pernyataan yang di ilhami dari short story diatas. Mungkin jika itu terjadi pada kehidupan nyata seolah anak yang tidak disusui ibunya (maybe). Beruntunglah si anak elang yang telah menetas dan di rawat induk ayam………. Tapi sebenarnya kesimpulanku hanya satu “Semoga orang Tuhan mengampuni segala dosa orang yang memisahkan telur dari induknya, dan lebih2 diampuni lagi dosa orang yang menaruh butir telur yang tidak pada tempatnya…..

    Hehehehe… untung aja boss aku bukan elang…
    Bye2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: