Skip to content

GANK NERO

16 June 2008

Neko-neko, dikeroyok

Bertingkah macam-macam, akan dikeroyok!! Begitulah kira-kira arti dari kata tersebut. Sebuah nama gank motor cewek. Nama yang unik, mirip sebuah program aplikasi yang kita kenal di KKPI. Namun uniknya nama bukan berarti kelakuan mereka unik dalam arti yang sebenarnya. Kelakuan mereka memang “unik”, tetapi menyimpang, dan hal tersebut perlu diluruskan. Bagaimana relasi pemuda(siswa) sekarang dengan keberadaan gank-gank yang kian marak? Bagaimana solusinya? Siapa saja yang bersalah?

 

Antara Pendidikan dan Pemuda

Dunia pendidikan kita berduka lagi, dan penyebabnya adalah siswa itu sendiri. Mulai dari tawuran antar pelajar, penodongan oleh pelajar, hingga yang paling anyar: Gank Cewek! Ya, hal tersebut merupakan noda hitam di atas kertas yang semakin buram di dunia pendidikan kita.

Keberadaan gank di lingkungan sekolah sebenarnya sudah cukup lama bercokol. Di Bandung Jawa Barat, gank motor Gasper sudah 10 “hidup” di lingkungan sekolah secara turun temurun. Baru-baru ini di Pati Jawa Tengah, genk juga. Namun kini rupanya kendali tidak hanya didominasi oleh kaum pria, kaum wanita pun kini berperan aktif dalam perkembangannya. Kaum Kartini itu rupanya salah mempersepsikan arti dari emansipasi wanita. Sungguh sangat patut disayangkan.

Keberadaan Genk Nero itu sendiri semula adalah sebuah komunitas pecinta bola basket di kalangan pemuda. Namun dalam perkembangannya, komunitas itu melenceng dari tujuan dan fungsinya. Komunitas yang semestinya dijadikan ajang untuk semakin mendalami dunia bola basket, menjadi ajang kekerasan. Praktik-praktik kekerasan berupa aksi tampar, pukul, jambak, tendang dan aksi-aksi lainnya menjadi hal yang biasa. Bahkan mungkin menjadi sebuah keharusan.

 

Perhatian Sekolah dan Orang Tua

Orang tua sebagai relasi paling dekat dengan anak(secara biologis) adalah pribadi yang seharusnya paling dominan dalam perkembangan anaknya. Sebuah pribadi yang dekat baik dalam arti biologi maupun psikologi. Mencoba memahami anak dari cara pemuda(pelajar) bertindak, dalam arti memahami anak dari sisi anak. Bukan sebaliknya, memahami anak dari kacamata orang tua.

Orang tua harus mengerti bagaimana anak berpikir, berkata, bertindak dan berkelakuan. Bagaimanapun orang tua adalah pribadi yang pernah melewati masa remaja. Jadi paling tidak itulah yang harus dijadikan dasar untuk mencoba memahami anak.

Memperhatikan anak tidak berarti harus dekat selama mungkin dengan anak. Tetapi bisa dengan cara yang lebih manis, dekat dalam arti kejiwaan. Mengobrol dengan santai di depan TV adalah salah satu cara sederhana namun efektif.

Sebagai insitusi yang bergerak di bidang pendidikan, sekolah juga harus memperhatikan perilaku siswanya. Siswa bukanlah obyek. Namun siswa adalah pelaku, sebuah subyek. Beri kebebasan anak(siswa) untuk berkreasi, namun perlu perhatian khusus. Sekolah bertanggung jawab terhadap hal ini. Apalagi khusus untuk masalah tersebut, kekerasan terjadi di lingkungkungan sekolah yang melibatkan siswa sebagai pelakunya. Perilaku di atas bukanlah perilaku yang pantas diperlihatkan oleh siswa, apalagi dalam lingkungan sekolah.

Tulisan ini bukanlah untuk menghakimi siapapun. Ini bulanlah perkara siapa membela siapa. Namun tulisan ini dimaksudkan sebagai refleksi sebagai langkah antisipasi ke depan. Orang tua dan sekolah tidak bersalah. Siswa juga tidak bersalah. Namun, orang tua, siswa dan sekolah turut bertanggung jawab untuk menghindari kejadian yang serupa di masa depan.

From → Artikel

One Comment
  1. Chaerul Umam(Daniel.R) permalink

    Tolang dong tampilin deskripsi” tentang pelajaran biar ga susah nyarinya.KALAU ga buat ja situs baru khusus PELAJAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: