Skip to content

ANAK SINGKONG INDONESIA

16 June 2008

Anak singkong identik dengan kesederhanaan, keluguan dan kepolosan. Berbagai tingkah dan polah anak singkong cukup bisa dijadikan bahan sekedar untuk senyum simpul. Mungkin di jaman sekarang, anak singkong kurang lebihnya bisa disamakan dengan bolang, bocah petualang. Namun di dunia pendidikan, julukan anak singkong bisa jadi sebuah canda yang menusuk hati. Hal tersebut karena julukan anak singkong bisa diartikan bahwa kita kurang pendidikan, atau dalam dunia teknologi bisa diartikan bahwa kita ini gaptek.

 

Menyoal singkong, penulis akan mencoba menghubungkannya dengan dunia pendidikan kita. Dunia pendidikan di Indonesia yang kata banyak orang bagaikan kereta api yang berjalan di atas rel yang menanjak. Singkong di mata anak SD, SMP dan SMA serta SMK.

 

Tingkat SD

 

Ditingkat ini, siswa akan diberi gambaran mengenai singkong, bagaimana bentuk singkong, bagaimana tanamannya. Itu saja, tidak lebih. Mungkin guru yang inovatif akan menyertakan gambar singkong, baik menggambarnya di papan tulis, atau menunjukkannya melalui slide. Siswa akan diberitahu bahwa itulah singkong, begitulah bentuknya. Itulah tanamannya, begitulah daunnya. Sudah.

 

Tingkat SMP

 

Ditingkat ini siswa akan diajarkan dimana saja singkong bisa ditanam, bagaimana struktur singkong, baik daunnya maupun akarnya. Mengapa akar singkong membesar dan apa saja kandungannya. Mulai di tingkat ini siswa sudah mulai masuk lab untuk meneliti (secara sederhana tentunya) tentang singkong itu.

 

Tingkat SMA

 

Di tingkat SMA siswa mulai diajarkan bagaimana mengolah singkong menjadi bahan yang enak untuk dinikmati. Resep apa saja yang diperlukan untuk membuatnya. Misalkan saja cara bagaimana membuat keripik singkong, atau membuat kue apapun dari singkong. Bumbu apa saja yang diperlukan, berapa takarannya dan lain sebagainya.

 

Tingkat SMK

 

Ditingkat SMK siswa tidak hanya belajar resepnya saja, namun juga mulai praktik. Mulai diajarkan cara menggoreng singkong dengan benar, berapa lama menggorengnya atau apalah itu. Siswa juga diajarkan bagaimana memasarkan singkong itu ke masyarakat, bagaimana menarik daya beli masyarakat dan sebagainya.

Itulah sekelumit singkong di mata penulis terhadap hubungannya dengan siswa di tingkat SD, SMP, SMA dan SMK. Di luar tingkatan tersebut OK saja sih, asalkan jangan menjadi anak singkong Indonesia.

About these ads

From → Artikel

2 Comments
  1. mbak iis…kalo dah kuliah berarti maha(k)singkong dong!
    saya rasa mbak berbakat untuk menjadi penulis, sangat tanggap terhadap persoalan di sekitar -responsif, kretif dan inovatif-meski terkadang konyol.
    semoga sukses

  2. summerplant permalink

    Thanks so much for the explaination. I have been looking for the meaning of “singkong” and “anak singkong” after hearing an old song “Singkong dan Keju”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: