Skip to content

PENGABDIAN GURU

9 June 2008

Guru adalah sebuah profesi yang mulia, pahlawan tanpa tanda jasa. Begitu banyak didengar dan diperdengarkan orang. Yah, memang sebuah profesi yang menuntut kesabaran ekstra dalam menjalaninya. Perlu kelapangan dan keikhlasan hati dalam menerimanya. Suka atau tidak, itulah guru. Diakui ataupun tidak, begitulah yang terjadi. Pengabdian dan pengorbanan rela (terpaksa?) dijalani demi siswa yang tersayang.

Pengabdian guru adalah mutlak dan absolut. Itu adalah harga mati yang harus dibayar. Tidak bisa ditawar-tawar. Mutlak! (Kok segitunya ya..?) Ya, memang itulah nasib guru, yang diberi nama oleh Bang Iwan Fals sebagai Oemar Bakrie. Yah, memang itulah nasib guru.

Sebuah kisah nyata yang terjadi di awal tahun 2006. Sebuah dialog terjadi antara seorang penjaga malam dengan seorang guru baru. Kok guru bisa berkomunikasi dengan seorang petugas jaga malam di sekolah? Kapan dialog itu terjadi dan mengapa?

Cerita berawal dari sebuah sekolah. Guru tersebut harus mendampingi siswanya untuk mengikuti lomba mewakili sekolahnya di luar kota. Agar datang lebih awal ke kota tujuan, maka guru tersebut bersama dengan beberapa siswa tidur di sekolah. Besoknya baru berangkat pagi-pagi. Itulah awal percakapan tersebut. Kurang lebih percakapannya seperti ini:

 

Penjaga malam         :     Selamat malam, bu.

Guru                            :     Malam, pak.

Penjaga malam         :     Kok nggak pulang, bu. Emang mau tidur di sini?

Guru                            :     Iya, pak.

Penjaga malam         :     Ada acara apa, bu?

Guru                            :     Anu pak, besok kami harus keluar kota pagi-pagi.

Penjaga malam         :     Wah, pasti dapat uang saku banyak nih!

Guru                            :     Oh, tidak pak. Secukupnya untuk perjalanan besok.

Penjaga malam         :     Ooo… Tapi kok ibu mau? Hanya untuk perjalanan?

Guru                            :     Iya, pak.

Penjaga malam         :     Kok ibu mau?

Guru                            :     Iya lah pak, khan menjadi guru adalah pengabdian.

Penjaga malam         :     Kok, begitu bu? Jadi ibu dibayar dengan pengabdian?

Guru                            :     ….

Penjaga malam         :     Pengabdian…? Jadi kalau ibu dibayar dengan pengabdian, masak ibu harus beli trasi dengan pengabdian? Beli gula dengan pengabdian? Beli tahu dan sebagainya dengan pengabdian?

Guru                            :     …..

 

Itulah sekelumit percakapan yang didasari oleh sebuah kisah nyata. Entah apa yang ada di benak guru tersebut. Tetapi satu yang pasti bahwa memang profesi guru adalah profesi yang penuh dengan pengabdian dan pengorbanan. Tanpa kenal lelah terus memompa semangat siswa ditengah keringnya “semangat” pribadi.

Menyoal tentang lagu Bang Iwan, rasanya lagu tersebut rasanya cocok dengan kejadian yang terjadi di atas. Namun hal yang harus diperhatikan adalah bahwa semua profesi harus dijalani dengan sungguh-sungguh, dengan harapan bahwa masa depan dapat diraih dengan perjuangan dan pengabdian yang tanpa kenal lelah.

 

From → Artikel

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: