Posted by: iisk | November 11, 2008

MATERI UAN BAHASA INGGRIS SMK

KLIK DISINI SOAL BAHASA INGGRIS

Secara umum, materi yang diujikan dalam Unas dari tahun ke tahun relatif sama. Kalaupun ada perbedaan, itu hanyalah sebuah pengembangan dari yang sudah ada sebelumnya. Itulah sebabnya mengapa banyak sekali prediksi-prediksi Unas beredar di internet saat ini (untuk soal online, Anda bisa coba disini. Untuk soal latihan, Anda bisa download disini.), baik yang dibuat oleh individu maupun yang dibuat oleh instansi swasta. Dasar yang dibuat adalah soal yang telah diujikan sebelumnya. Adapun materi yang diujikan selama ini adalah:

 

Menemukan pesan utama dan informasi rinci dalam teks lisan

• Menemukan pernyataan lisan yang tepat sesuai gambar

• Menemukan respon yang tepat dari ungkapan-ungkapan berikut:

- salam

- perkenalan diri/orang lain

- deskripsi benda, orang, situasi, proses

- perbandingan dua atau lebih benda/orang/situasi

- penanganan tamu/pelanggan secara langsung atau melalui telepon

- imperatif: perintah, permintaan, larangan, arahan

- penawaran

- persetujuan

- pemesanan

- saran

- pendapat

- nasehat

- kemampuan

- izin

- kemungkinan

- keharusan

- kegiatan sehari-hari/sedang berlangsung/sudah lewat/yang akan datang/yang masih berlangsung sampai sekarang/berulang diwaktu lampau

- cara berterimakasih

- undangan

- ucapan selamat

 

Download soal DISINI..

Posted by: iisk | November 11, 2008

TIME IS MONEY

Waktu adalah uang. Ungkapan ini menggambarkan tentang pentingnya waktu bagi manusia. Betapa berharganya waktu bagi kita. Begitu berharganya ia hingga ia takkan mungkin dapat kembali lagi. Hal yang sungguh sayang jika sampai ia disia-siakan. Mungkin ilustrasi di bawah ini dapat sedikit menggambarkannya.

Joni baru saja pulang dari sekolah. Wajahnya yang kusut menambah muram raut dan ronanya. Yang ada dalam benaknya hanyalah: Seandainya saja … Ia memang telah me-nyia2-kan waktu yang begitu berharga. Seandainya saja ia bangun lebih awal pagi tadi, tentu ia takkan ketinggalan rombongan yang akan membawanya mengikuti lomba lukis yang dari dulu ia harapkan. Seandainya saja kemarin malam ia tidak nonton bola, tentu tadi pagi ia tidak kesiangan. Seandainya saja kemarin ia tidak taruhan sebungkus rokok, tentu ia tidak akan nonton bola, dst dst.

Ya, seperti dalam pilem India, penyesalan selalu datang terlambat. Ia tidak pernah nongol duluan. Ia tidak pernah pengen jadi yang pertama muncul. Ia selalu jadi yang terakhir yang muncul. Mungkin ia ditakdirkan untuk begitu. Tetapi tentu kita tidak ditakdirkan untuk selalu menyesal, bukan? Jadi, ayo kita gunakan waktu sebaik-baiknya. Kapan kita musti belajar, kapan kita musti maen, atau apalah. Yang penting gunakan waktu sebaik mungkin.

 

 

Posted by: iisk | November 10, 2008

Desember 1936

Kakekku yang masih muda dengan postur tubuh tegap dan gempal sedang berada di ladang dengan ibunya. Hanya ubi yang ada di ladang yang tidak jauh dari rumah itu. Cangkul yang sudah hampir patah ujungnya terus menghujam tanah yang gembur. Ya,  mereka sedang menggali tanah untuk mengambil ubi-ubi yang mereka tanam. Bukan untuk mereka sendiri, tetapi untuk para gerilyawan.

Hampir selesai pekerjaan itu dikerjakan, tiba-tiba terdengar suara menderu-deru dari atas. Sebuah pesawat terbang rendah di atas mereka. Kaget dan takut bercampur menjadi satu, berbaur dengan keringat dingin yang mengucur dari tubuh mereka. Dari moncong pesawat itu, meluncur puluhan peluru tajam yang berdesing di antara pepohonan di ladang. Mereka berdua berlari menyelamatkan diri. Pesawat itupun lewat. Namun di luar dugaan, muncul pesawat yang lain. Sama, pesawat itupun memuntahkan puluhan peluru tajam yang menghujam.

Tak ingin sang ibu terkena tembakan, kakekku yang berlari itu segera menabrak ibunya dari belakang. Menjatuhkan diri menghindari desingan peluru. Kakekku di atas tubuh ibunya, melindunginya. Pesawat ke dua itupun lewat, berlalu meninggalkan suara yang masih terasa hingar di telinga.

Keduanya masih tertelungkup di tanah. Berharap kedua pesawat itu tidak kembali lagi. Atau paling tidak berharap agar tidak ada pesawat ketiga. Masih sunyi, senyap. Kakekku segera berdiri. Namun dirasakan ada tetesan darah di kepalanya. Ia meraba kepalanya. Tidak terasa sakit. Ia meraba seluruh tubuhnya, juga tidak terasa sakit. Dilihatnya darah di tangan, darah sungguhan. Murni. Tapi darah siapa? Ia tidak merasakan sakit sama sekali.

Bergegas ia bermaksud membangunkan ibunya. Tapi…? Tubuh ibunya sudah penuh dengan lubang. Peluru-peluru tajam sebesar ibu jari kaki orang dewasa itu telah menembusnya. Entah berapa peluru yang menembus tubuh tua itu, hingga darah berceceran di ladang yang tidak seberapa luas itu.

Ya, ibunya telah tiada. Meninggalkan puluhan ubi yang belum sempat dimasak untuk para gerilyawan. Meninggalkan darah yang tercecer, dan meninggalkan air mata di pipi kakekku. Ya, ini memang sebuah kisah nyata yang aku angkat dari sejarah kakekku yang seorang pejuang itu. Kakek yang hingga kini masih ada, walaupun tubuh tuanya itu kini tidak mampu lagi bergerak. Walaupun tubuh tuanya itu kini hanya mampu berbaring di pembaringan.

Kek, dibalik sikapmu yang keras, ternyata engkau seorang pahlawan bagiku. Dibalik sikapmu yang ekstrem, engkau tetaplah seorang patriot. Walaupun aku sering jengkel dengan sikapmu yang seperti “anak-anak”, tapi aku bangga padamu. Bangga pada pahlawanku.

Posted by: iisk | November 7, 2008

BIARKAN YANG MUDA BERKARYA

Anak muda, baik di jaman sebelum kemerdekaan, jaman revolusi, jaman orde lama, orde baru hingga sekarang, tetaplah anak muda dengan cara pandang dan rasio berpikirnya. Cenderung agresif dan tidak sabar dalam bertindak, kurang pengalaman dan cenderung instan. Mungkin beberapa alasan itulah yang membuat banyak “orang tua” beranggapan bahwa anak muda tidak perlu diberi tempat, atau paling tidak selalu didikte dalam melakukan sesuatu.

Mungkin sebagian dari kita masih ingat tentang iklan salah satu rokok. Bagaimana seorang bawahan yang masih muda dipanggil menghadap bos yang bisa dikategorikan “orang tua”. Ia didandani mirip sekali dengan bosnya itu. Bahkan si bos harus rela memberikan pakaiannya, celananya hanya supaya si anak mirip dengan si bos. Belum habis di situ, ketika si bawahan hendak keluar, ia yang berpostur lebih tinggi dari bosnya itu harus “direndahkan” posturnya hingga ia setinggi bosnya. Duh, ribet…

M

emang sebuah kenyataan bahwa “orang tua” lebih banyak menuntut agar pemuda sekarang menjadi “sesuatu” yang sesuai dengan kehendak mereka. Mereka menjadikan pemuda sebagai robot, bukan manusia. Hak-hak dan intelegensi mereka tidak diakui. Mereka merasa; “Saya sudah banyak makan garam, dan kamu adalah anak kemarin sore”. Mereka mengatakan hal itu tanpa beban sama sekali. Menekankan bahwa yang tua-lah yang lebih baik, dan mereka harus menurut apa kata orang tua.

Ironis memang. Mereka berkata bahwa mereka sudah banyak makan garam, tanpa sedikitpun memberikan kesempatan yang muda merasakan bagaimana rasa garam itu. Mereka hanya bilang: Asin! Titik! Padahal jika mau sedikit saja mengakui bahwa pemuda itu “ada” dengan segala keberadaannya, pasti itu akan lebih baik. Mengapa? Dengan segala kepandaian dan inovasi yang dimiliki pemuda, dan sedikit saja pengakuan orang tua dengan pengalamannya, maka suatu pekerjaan atau hal akan terselesaikan dengan baik.

Memang sulit menyatukan prinsip dari dua generasi yang berbeda. Lihat saja peristiwa Rengas Dengklok, di saat-saat menjelang peristiwa proklamasi RI saat itu. Lihat juga keadaan sekitar kita, pasti banyak ditemui contoh-contoh nyata, dan rasanya kedua generasi itu selalu saling berbenturan.

Kesepakatan sulit tercapai dengan orang yang berprinsip. Dari hal itu mungkin seyogyanya yang muda sedikit “mengerem” laju kecepatannya, yang tua sedikit “murah” berbagi pengalamannya. Mengurangi ego dan prinsip masing-masing. Jika telah terbina demikian, pasti segalanya akan lebih baik. Bagaimana tanggapan Anda, yang muda? Atau Anda yang tua ingin membantah? Silakan.

 

PREDIKSI UJIAN NASIONAL 2

Posted by: iisk | November 5, 2008

Blog, buat apa?

Tentu bermacam-macam tujuan orang untuk memiliki blog. Entah itu tujuan ideologis, hobi, bisnis atau tujuan-tujuan yang lain. Tentu saja hal itu sah dan tidak dilarang, sepanjang tetap menjaga etika blogging.

Perlakuan orang terhadap blognya pun macam-macam. Ada yang hanya sekedar copas, jiplak secara utuh tanpa menyertakan link yang bersangkutan. (Hal ini pernah saya lakukan 2 kali). Ada yang menyertakan opini pribadi yang cukup berbobot dan perlakuan-perlakuan lainnya. Pun materi yang diusung oleh masing-masing blogger. Pendidikan, otomotif (hobi), religius dan banyak lagi yang lain.

Sebenarnya dalam hati saya sempat bertanya; untuk apa saya punya blog? Malu juga sih, sudah punya 3 blog pertanyaai itu baru terjawab 2 minggu yang lalu. Permulaan emang hanya ingin mencoba, apakah saya bisa bikin blog? Ternyata bisa, walaupun sederhana. Hal itu terus berlangsung dengan meng update blog hingga kini.

Atas pertanyaan saya, saya menyediakan blog ini bagi siapa saja yang membutuhkan hal-hal tentang Bahasa Inggris. Ada banyak link soal bahasa Inggris online, terutama di blog saya di http://iisk1.blogspot.com

Buat yang pengen coba, saya persilahkan. Anyway, saya juga ingin tahu apa sih tujuan Anda bikin blog?

 

Posted by: iisk | November 5, 2008

Thomas Alva Edison

Deni terus saja mengayuh sepeda ontelnya yang udah butut. Sepeda itu penuh dengan koran yang harus ia antarkan pagi ini, sebelum ia masuk sekolah. Keringatnya bercucuran. Sesekali ia berpapasan dengan teman sekelasnya yang menggodanya. “Udah tua tuh sepeda, ganti dong yang baru.”begitu teman-temannya berkata. Ucapan itu sama sekali tidak ia hiraukan. Mereka hanya bercanda, pikirnya. Yang paling penting saat ini adalah bagaimana mengantarkan semua koran tanpa terlambat ke sekolah.

Akhirnya ia tiba di sekolah tanpa terlambat. Semua koran-koran juga sudah ia sampaikan ke para pelanggannya. Ufffh…. sampai juga. Belum sempat ia menyandarkan sepeda di dinding, bel berdering. Dengan segera ia sandarkan sepeda itu, dan ia masuk kelas. Beruntung tugas Bahasa Indonesia sudah ia selesaikan dengan baik. Sebuah artikel tentang Thomas Alva Edison tertulis rapi di bukunya.  

Thomas Alva Edison adalah seorang penemu terbesar di dunia. Bayangkan, ia menemukan 3.000 penemuan, diantara-nya lampu listrik, sistim distribusi listrik, lokomotif listrik, stasiun tenaga listrik, mikrofon, kinetoskop (proyektor film), laboratori-um riset untuk industri, fonograf (berkembang jadi tape-recorder), dan kinetograf (kamera film).

Setelah berumur 7 tahun, ia masuk sekolah. Tapi malang, tiga bulan kemudian ia dikeluarkan dari sekolah. Gurunya menilainya terlalu bodoh, tak mampu menerima pelajaran apa pun. Untunglah ibunya, Nancy, pernah berprofesi guru. Sang ibu mengajarnya membaca, menulis dan berhitung. Ternyata anak ini dengan cepat menyerap apa yang diajarkan ibunya.

Anak ini kemudian sangat gemar membaca. la membaca berbagai jenis buku. Berjilid-jilid ensiklopedi dibacanya tanpa jemu. Ia juga membaca buku sejarah Inggris dan Romawi, Kamus IPA karangan Ure, dan Principia karangan Newton, dan buku Ilmu Kimia karangan Richard G. Parker.

Selain itu, ia juga anak yang sangat memahami kondisi ekonomi orangtuanya. Pada umur 12 tahun ia tak enggan jadi pengasong koran, kacang, permen, dan kue di kereta api. Sebagian keuntungannya diberikan kepada orang tuanya. Hebatnya, saat berjualan di dalam kereta api itu, ia gemar pula melakukan berbagai eksprimen. Bahkan sempat menerbitkan koran Weekly Herald. Suatu ketika, saat bereksprimen, sebuah gerbong hampir terbakar karena cairan kimia tumpah. Kondektur amat marah dan menamparnya hingga pendengarannya rusak.

Kemudian sejarah ilmu pengetahuan mencatat nama orang yang hidup tahun 1847-1931 ini (meninggal di West Orange, New York, pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun), sebagai penemu terbesar di dunia dengan 3000 penemuan. Ia bahkan pernah menemukan 400 macam penemuan dalam masa 13 bulan.

 

 

Nama:
Thomas Alva Edison
Lahir:
Milan, Ohio, Amerika Serikat, 11 Februari 1847
Meninggal:
West Orange, New York, pada tanggal 18 Oktober 1931
Penemuan:
3000 penemuan antara lain lampu listrik
Ayah:
Samuel Ogden (keturunan Belanda)
Ibu:
Nancy Elliot

 

 

 

 

 

 

Posted by: iisk | November 3, 2008

Menggangguk=Iya

Banyak sekali bahasa yang ada di dunia yang kita diami saat ini. Entah ada berapa banyak jumlahnya jika bahasa-bahasa itu dihitung. Mungkin ribuan bahasa jumlahnya, puluhan ribu, bahkan bisa lebih. Dan bahasa-bahasa itu unik, berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Kita ambil satu contoh kata: Iya. Kata ini berarti yes dalam bahasa Inggris, ja dalam bahasa Belanda, iyo dalam bahasa Jawa dan masih banyak yang lainnya. Kata yang lain: Tidak. Dalam bahasa Inggris; no. Bahasa Belanda-nya adalah ne, dan bahasa Jawa-nya adalah ora. Itu hanya kata iya dan tidak. Bagaimana dengan puluhan ribu kata yang lain? Tentu masih banyak lagi dan mereka semua berbeda.

Namun ada satu hal yang menarik dari dua kata; Ya dan Tidak. Apapun bahasa yang ada di dunia ini, orang selalu mengangguk bila bilang iya, yes ataupun ja. Pun orang akan menggeleng jika bila tidak, no ataupun ne. Entahlah, sepertinya ada kesepakatan yang tidak resmi di antara seluruh bangsa di dunia. Cobalah Anda lihat disekeliling jika Anda berada di daerah asing yang bahasanya berbeda dengan bahasa Anda. Coba Anda bertanya, dan lihat reaksi mereka. Pasti Anda akan mendapati mereka akan mengangguk jika mereka menyatakan:Iya dan menggeleng jika Tidak.

Ada apa dengan ini semua? Entahlah, ini bagi saya pribadi merupakan salah satu pertanyaan yang masih belum terpecahkan. Jika mungkin satu dari Anda mengetahui jawabannya, kiranya ada satu kata manis buat Anda: (kata ini saya dapat dari banner yang ada di blog beberapa rekan-rekan saya sesama blogger) Berbagi Tak Pernah Rugi.

Posted by: iisk | October 31, 2008

Tentang Suriname

Deni terus saja menguap. Badannya yang nggak bisa dibilang gemuk itu masih terbaring di pembaringan. Masih malas untuk beranjak dari kepulauan impian yang masih tercetak jelas di atas bantalnya. “Uahhhh….” Ia menguap lagi. Untung aja ini hari Minggu, jadi ia tak perlu kawatir kesiangan. Paling yang ia dengarkan saat ini adalah suara nyanyian ibunya yang sedari tadi pagi “meneror” tidurnya. “Den, ayo lekas bangun!!”

Deni mencoba beringsut dari tempatnya, menghampiri radio transistor tua pemberian kakeknya. Sebuah radio tua yang masih saja garang, segarang kakeknya. Suaranya masih kenceng, menggelegar dan sangar. Dinyalakanlah radio itu, dan diputar gelombang yang bagus. Puter kanan, puter kiri, lantas berhenti di tempat. Pas, tepat di atas gelombang frekwensi milik pemerintah, RRI. Sebuah nyanyian terdengar indah, yang nyaris saja mengantar Deni kembali ke alam mimpinya. Untung saja lagu itu segera selesai.

Informasi ringan yang terdengar dari Indra, penyiar yang pagi itu lagi on air, mengalir bagai air jernih yang menyejukkannya. Suaranya merdu, bersih sekali. Disusul kemudian suara iklan: “Den, ayo lekas bangun!!”

Suara penyiar terus mengalir, membuai Deni, hingga ia terbawa arus aliran itu. Terbawa jauh, hingga ke Suriname. Ya, Suriname. Sebuah negara di bagian wilayah timur laut Amerika Selatan, yang disebut Guyana. Ia terdampar di sana, di sebuah pantai yang ditemukan oleh Columbus itu.

Hampir 150 tahun setelah Columbus menemukan daerah pantai timur laut Amerika Selatan itu, belum terdapat permukimam tetap orang Eropa di sana. Para penjelajah menyadari bahwa dongeng harta karus emas El Dorado tidak dapat ditemukan di Guyana. Sebaliknya, apa yang mereka jumpai ketika menembus daerah luar pantai adalah hutan yang lebat dan buas.

Perusahaan Dagang Hindia Barat Belanda mendirikan tempat perdagangan yang kecil di tepi pantai pada permulaan abad ke-17. Wilayah itu dimenangkan oleh Belanda dari Inggris tahun 1667. Angkata Laut Belanda menyerang Suriname dan komandan Inggris di Suriname menyerah. Dengan adanya Perjanjian Breda yang mengakhiri perang, Inggris mengakui kemenangan Belanda ini dan Suriname menjadi bagian wilayah Kerajaan Belanda. Berdasarkan perjanjian itu pula Belanda menyerahkan New Amsterdam, sekarang New York kepada Inggris.

Dari mulai 1922, status Suriname diubah dari sebuah tanah jajahan menjadi sebuah bagian wilayah Kerajaan Belanda. Suriname diberi hak memerintah sendiri untuk urusan dalam negeri pada tahun 1954 dan kemerdekaan penuh pada tahun 1975. menurut konstitusinya, seorang presiden dipolih oelh parlemen sebegai kepala negara dengan masa jabatan 5 tahun, sedangkan perdana menteri bertugas sebagai kepala pemerintahan. Akan tetapi, kaum militer mengambil alih kekuasaan pada tahun 1980 dan menangguhkan konstitusi. Selanjutnya negara diperintah oleh Junta Militer Nasional dan kemudian Pusat Kebijakan, suatu badan sipil di bawah kendali militer.

Sebuah guyuran air tumpah dari atas. BYURR. Disusul suara iklan lagi:”Den, ayo lekas bangun!!” Arrgggg…… Deni yang baru saja menyusuri pantai Suriname itu jadi basah. Bukan karena ombak tepian pantai itu, tapi karena guyuran dari iklan dan nyanyian ibunya. “Awas kalau nggak bangun, bukan air saja nanti. Ayo…”

Duh, Deni yang udah basah mau nggak mau harus bangun. Tapi lumayanlah, radio itu udah kasih banyak informasi kepadanya. Ia jadi ngerti tentang Suriname, negara yang dimerdekaan Belanda. Ia juga tahu bahwa orang Jawa adalah penduduk terbesar ketiga di sana setelah keturunan Afrika dan India. Itu adalah akibat buruh kontrak yang dipekerjakan oleh Belanda. Tapi udahlah. Ia mau bangun dan mematikan radionya. Tapi,… kok radionya nggak nyala?? Saat ditanyakan keibunya apakah ibunya yang matiin radio, ibunya malah marah. Dengan sewot dikatakan bahwa lampu PLN padam dari kemarin malam. Jadi,… jadi yang tadi itu apa???

Posted by: iisk | October 30, 2008

Menyambut Hari Pahlawan

Berikut ini tulisan yang juga merupakan undangan dari kang Shanny.

Memang masih cukup lama sih kita memperingati hari Pahlawan pada tanggal 10 November nanti, tapi ga ada salahnya kalo kita persiapkan dari awal, event yang mungkin baru pertama kali ini mang kerjakan bareng dengan pa Hery.Rencananya nanti pada tanggal 10 November 2008, kita semua para blogger akan membuat posting dengan tema tentang pahlawan Indonesia. Dan semuanya akan di publish pada pukul 10 pagi di tanggal 10 November tersebut.

Karena itu kami berharap agar rekan-rekan blogger semua dapat ikut berpartisipasi dalam event ini. Sebagai bentuk wujud kepedulian kita terhadap para pendiri bangsa ini.

Mungkin hanya inilah yang bisa kita lakukan sebagai blogger dalam rangka memperingati hari Pahlawan nanti. Semoga seluruh rekan-rekan dapat mengikutinya.

Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut ;

  • Isi posting bebas, bisa berupa hasil tulisan anda sendiri, sejarah para pahlawan, sejarah tokoh pahlawan, sejarah tentang situasi masa kemerdekaan, atau apapun juga.
  • Bisa dalam bentuk tulisan murni, atau bisa juga dalam bentuk posting foto atau video.
  • Publish hasil posting anda pada blog anda masing-masing pada pukul 10 pagi WIB, atau disesuaikan dengan kota masing-masing blogger berada
  • Masing-massing blogger cukup hanya publish satu posting saja
  • Tagline : hari pahlawan, pejuang, kemerdekaan, sejarah, bangsa, negeri, Indonesia
  • Kategori post : Sejarah, Pahlawan, Bangsa, Indonesia

Diharapkan pada siang harinya, seluruh hasil posting tersebut sudah dapat di search melalui mesin pencari di google, dengan kata kunci yang sama dengan tagline atau kategori post.

Hal ini diharapkan akan berdampak kepada pencarian, dimana pada waktu yang sama dengan tanggal yang sama telah terjadi posting blog secara serentak yang dilakukan oleh para blogger di Indonesia.

Selain itu pada tanggal yang sama juga, diharapkan para blogger dapat melakukan aksi sosial berupa donor darah di PMI cabang masing-masing kota.

Namun untuk yang satu ini, diharapkan ada keihklasan hati untuk mendonorkan darahnya, serta niat semata-mata untuk menolong sesama yang membutuhkan darah.

Bila anda akan mendonorkan darah, maka harus memenuhi ketentuan sebagai berikut ;

  1. Tidak sedang dalam kondisi Menstruasi bagi wanita
  2. Tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan baik obat dari dokter atau hanya obat biasa
  3. Tidak sedang dalam kondisi capek atau bekerja berat
  4. Tidak dalam kondisi yang kurang istirahat (tidur) akibat bedagang sehari sebelumnya.
  5. Tekanan darah dalam kondisi normal

Jadi dalam menyambut hari Pahlawan nanti pada tanggal 10 November, ada dua event yang akan kita lakukan, yaitu posting secara bersamaan, dan satunya adalah aksi sosial berupa donor darah.

Pengalaman anda dalam mendonorkan darah, bisa anda publish sebagai bahan posting hari berikutnya.

Semoga ini adalah event yang pertama kali dilakukan oleh para blogger di Indonesia, dan mendapat perhatian dari blogger negara lain.

Mohon kepada anda yang telah membaca tulisan ini, untuk menyebarkannya kembali kepada rekan-rekan atau blogroll anda atau informasikan juga pada saat anda chatt, sehingga diharapkan semakin banyak blogger yang berpartisipasi dalam acara ini.

Silahkan anda copas tulisan ini untuk anda pasang di blog anda, semoga pula dengan cara seperti ini informasi akan dengan cepat menyebar kepada para blogger.

 

Posted by: iisk | October 30, 2008

Berkhayai Itu Tidak Dilarang

Rinda sibuk membolak-balik halaman sebuah buku yang ada di depannya. Sebuah pensil tergenggam di jarinya. Sambil terus membuka-buka buku, pikirannya terus melayang. Arggg, tugas yang satu ini emang dasar…. Bikin susah, pusing dan sebagainya, tumplek blek jadi satu. Ensiklopedia yang sudah dibolak-balik selama dua jam itu tidak membantunya sama sekali.

Bagaimana membuat orang lain terinspirasi oleh tulisan kita? Sulit emang. Susah bin sukar. Ia lantas merebahkan tubuhnya di kursi. Menyandarkan punggungnya yang sudah terasa capek itu. Sekilas terbaca di buku ensiklopia yang ada di depannya itu: TERUSAN PANAMA. Ah, bagaimana mungkin judul yang satu itu bisa menginspirasi orang lain? Ia mencoba mengabaikannya. Tapi rasa penasaran akan judul itu yang memaksanya untuk mulai membaca.

Ya, tanpa sadar kedua bola matanya mulai mengikuti baris demi baris buku itu. Di mulai pada tahun 1880, seorang insinyur dari Prancis yang bernama Ferdinand de Lesseps mulai mengerjakan jalan air yang menghubungkan dua buah samudra: Atalantik dan Pasifik. Sebuah impian atas adanya jalan air buatan manusia yang menghubungkan dua samudra itu telah menggerakkan imajinasi orang selama berabad-abad. Dan atas imajinasi itulah Ferdinand bertekad untuk membuatnya.

Namun sayang, usaha kerasnya itu harus kandas 9 tahun kemudian, tepatnya tahun 1889. Hujan, tanah longsor, biaya yang tinggi serta penipuan keuangan yang dilakukan oleh bawahannya menyebabkan proyek yang bergengsi itu harus kandas. Ditambah dengan bencana demam kuning serta penyakit malaria yang mengerikan. Semua seperti sia-sia. Percuma. Kandas di tengah jalan. Bak lagu padi yang sendu: Kasih Tak Sampai. Duh, kasian banget.

Berhenti sampai disitukah?? Ternyata tidak. Apa yang telah dimulai oleh Ferdinand menjadi inspirasi Amerika Serikat. Pada tahun 1904 AS mulai meneruskan pekerjaan yang telah ada sebelumnya. Banyak orang cakap dan berdedikasi dilibatkan dalam pekerjaan yang penuh resiko itu. Di antara mereka ada Kolonel William, dokter tentara yang mencapai prestasi gemilang dalam menghapus demam kuning dan mengurangi malaria. Tujuh tahun setelah penggalian dan pembangunan serta pengeluaran biaya yang banyak, akhirnya Terusan Panama dibuka secara resmi pada tanggal 15 Agustur 1914.

Fuihhh!! Sungguh suatu usaha yang luar biasa.Tanpa sadar Rinda telah selesai membacanya. Tapi tiba-tiba….DHEG!! Terusan Panama… Inilah yang ia cari sedari tadi. Sebuah tulisan yang inspiratif. Bagaimana sebuah mega proyek tercipta hanya dari sebuah imajinasi. Dan bagaimana sebuah karya dari Ferdinand mampu menginspirasi AS untuk melanjutkannya. Ya, rasanya ia telah menemukan apa yang ia cari. Maka dengan semangat juang 45, ia menulis mega karya seorang Ferdinand di bukunya, untuk kemudian dipresentasikan di depan teman-temannya esok.

 

 

« Newer Posts - Older Posts »

Categories