Posted by: iisk | July 13, 2008

TUKUL “REYNALDI” ARWANA (MILYARDER BARU)

Dengan bahasanya yang kocak dan agak ndeso, ia mampu menyihir jutaan pemirsa TV Indonesia untuk duduk tenang di depan layar kaca. Kelakuannya telah menjadi cirri khas yang sulit didapati di pelaku dunia hiburan yang lain. Tidak ada duanya. Kehadirannya bahkan cukup mampu membius jutaan orang untuk bilang … Kembali ke Laptop. Sebuah kalimat yang mampu bertahan di tengah kalimat-kalimat wah yang lain, macam “Gue banget gitu lho…” dan yang lain.

 

Dengan hadirnya ia di acara Empat Mata di Trans 7, selain mendongkrak popularitasnya juga mampu mendongkrak kehidupannya secara ekonomi. Ia merupakan penghibur terkaya nomor 2 di Indonesia (harian Surya, 11 Juli 2008). Hartanya kini mencapai angka fantastis, Rp. 15 Milyar. Sebuah prestasi yang gemilang.

 

Namun Tukul tetaplah Tukul. Ia bukanlah orang sombong. Ia tetap rendah hati meskipun ia telah jadi orang tenar. Kesombongan bukanlah sifat Mas Tukul. Bukan bermaksud apa-apa, nakun dari sebuah wawancara di media elektronik ia tetap “merakyat”, tidak menunjukkan keberhasilannya secara berlebihan. Tukul, ya Tukul “Reynaldi” Arwana tetaplah seorang ndeso yang sederhana.

 


Leave a response

Your response:

Categories